It's IT and it's my life
21 Oct
Kerja Keras Adalah Energi Kita merupakan sebuah kalimat dengan pemaknaan yang luar biasa. Kerja Keras Adalah Energi Kita benar-benar membakar semangat dan membuka mata kita bahwa benar adanya ketika kita menginginkan energi kita terisi, maka harus ada kerja keras yang menyelimutinya. Agaknya tagline: ” Kerja Keras Adalah Energi Kita ” merupakan tagline yang sangat sesuai dengan kinerja PERTAMINA belakangan ini. Berbagai macam ide yang digelontorkan PERTAMINA membuat mereka layak mendengungkan kalimat: ” Kerja Keras Adalah Energi Kita “. Tidak berhenti pada ide seperti mengeluarkan standar PASTI PAS, bahkan kinerja PERTAMINA dapat kita lihat pada banyaknya dibangun SPBU baru yang berarti memudahkan kita untuk menemukan sebuah layanan kelas dunia ketika sedang mengisi BBM. Primanya pelayanan ini didukung dengan pelatihan yang luar biasa dan dukungan sumber daya manusia yang kompeten. Jadi tidak bisa dipungkiri bahwa PERTAMINA berhak mengatakan Kerja Keras Adalah Energi Kita.
Tapi apakah ini diperuntukkan bagi PERTAMINA? Saya rasa tidak. Kerja Keras Adalah Energi Kita seyogyanya merupakan seruan bagi kita untuk selalu berusaha sekuat tenaga untuk membuat diri kita, jiwa kita, dan lingkungan sekitar kita menjadi sebuah kesatuan yang baik; membentuk energi positif; dan bersinergi dengan keterpaduan. Terima kasih PERTAMINA karena sudah mengingatkan kami (saya pada khususnya) tentang Kerja Keras Adalah Energi Kita.
Dengan segala raihan tersebut, kita saja sebagai manusia tidak berarti harus berhenti, apalagi PERTAMINA yang merupakan sinergi kekuatan dengan tujuan mulia: “Membangun bangsa”. Besar harapan saya untuk mendukung PERTAMINA lewat ide: ” Kerja Keras Adalah Energi Kita ” adalah peningkatan kesejahteraan yang dimulai dari karyawan, pelanggan, masyarakat, dan negara. Mungkin beberapa masukan ini akan berguna:
Semoga semangat Kerja Keras Adalah Energi Kita dapat meresap kedalam diri kita masing-masing dan dapat membuat tagline: ” Kerja Keras Adalah Energi Kita ” menjadi tagline hidup kita.